Gertam 50.000 Hektar Digelar Serentak, BRMP Ruminansia Kecil Kawal Pelaksanaan di Bireuen
Bireuen — Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) Nasional seluas 50.000 hektar secara serentak di 19 provinsi di Indonesia, Kamis (30/4/2026). Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Secara nasional, pelaksanaan Gertam dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan melibatkan berbagai daerah sentra produksi pertanian. Di Provinsi Aceh, kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan sektor pertanian.
Kepala Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil), Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., hadir langsung di lokasi untuk mengawal pelaksanaan kegiatan. Selain itu, ia juga menjalankan tugas sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan untuk wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor pertanian, antara lain Direktur Wilayah sekaligus Kepala BBRMP Aceh, Direktur Polbangtan YoMa, Kepala BBRMP, Kepala BRMP Ruminansia Kecil, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Dinas Pertanian Provinsi Aceh, unsur TNI melalui Babinsa, serta para penyuluh pertanian lapangan.
Gerakan Tanam Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas pangan utama. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.
Pelaksanaan Gertam dilakukan secara serentak melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, penyuluh, serta petani. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program di lapangan.
Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan ini menekankan aksi nyata berupa percepatan tanam di lahan-lahan potensial. Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan serta penerapan teknologi pertanian guna meningkatkan hasil produksi.
Melalui Gertam 50.000 hektar ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat fondasi sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.