BRMP Ruminansia Kecil Hadiri Rakor CSR dan PHO 100% Cetak Sawah Rakyat di Kodim 0102/Pidie
Pidie – Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil), Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Cetak Sawah Rakyat (CSR) sekaligus pembahasan permohonan serah terima pertama pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) 100% melalui skema Swakelola Tipe II. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie, Provinsi Aceh.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program cetak sawah rakyat, memastikan kesiapan hasil pekerjaan konstruksi, serta menyelaraskan tindak lanjut pemanfaatan lahan sawah baru agar dapat segera mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Pidie.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Aceh sekaligus Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH), Dr. drh. Agus Susanto, M.Si., Plt. Kepala BRMP Ruminansia Kecil Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., serta Komandan Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., selaku unsur pelaksana swakelola.
Turut hadir Tim Teknis Konstruksi Cetak Sawah Provinsi Aceh, Tim Teknis Konstruksi Cetak Sawah Kabupaten Pidie, Tim Teknis Konstruksi Cetak Sawah BRMP Aceh, Tim Pengawas CSR Kabupaten Pidie, serta Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Pidie.
Rakor juga melibatkan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari Kecamatan Tiro, Padang Tiji, Mutiara Timur, Muara Tiga, Glumpang Tiga, Glumpang Baro, Delima, dan Mila. Selain itu, hadir para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari desa-desa sasaran program cetak sawah rakyat.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penyelesaian administrasi dan teknis pekerjaan cetak sawah, kesiapan pelaksanaan PHO 100%, serta koordinasi antara pelaksana swakelola, tim teknis, pengawas, penyuluh, dan kelompok tani penerima manfaat. Langkah ini diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi ketentuan yang berlaku dan lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kehadiran BRMP Ruminansia Kecil merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian dalam mengawal percepatan swasembada pangan, khususnya melalui penguatan koordinasi lintas sektor di Provinsi Aceh. Sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi faktor penting dalam memastikan program cetak sawah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan proses serah terima pekerjaan dapat berjalan sesuai ketentuan, sehingga lahan sawah baru segera memasuki tahap pemanfaatan dan pengelolaan oleh kelompok tani. Pendampingan penyuluh serta kesiapan petani dalam mengelola lahan menjadi bagian penting untuk mendukung keberlanjutan program.
BRMP Ruminansia Kecil terus berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui kolaborasi, koordinasi, dan pendampingan di lapangan. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Pidie diharapkan mampu memperluas areal tanam, meningkatkan produksi padi, memperkuat kesejahteraan petani, serta memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.