Konsolidasi Penyuluh se-Kabupaten Aceh Timur Perkuat Sinergi Dukung Swasembada Pangan
Aceh Timur - Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Penyuluh se-Kabupaten Aceh Timur pada Rabu (5/8) di Aula Graha Bunda Idi, Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyatukan visi seluruh penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan program Swasembada Pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. drh. Agus Susanto, M.Si., selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, yang mengikuti kegiatan secara virtual. Turut hadir secara virtual yakni Firdaus, S.P., M.Si., Kepala BRMP Aceh, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan koordinasi dan pendampingan program Swasembada Pangan di wilayah Aceh. Hadir pula secara langsung M. Khairurradi, S.Pd., Staf Ahli Bupati Aceh Timur; Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Aceh Timur; Erwin Atlizar, S.TP., M.Si., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur; Sofyan, S.E., M.AP., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Timur; perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR); para penyuluh pertanian se-Kabupaten Aceh Timur; serta tim dari BRMP Ruminansia Kecil.
Dalam arahannya, Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Penyuluh diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara kebijakan pemerintah dengan implementasi di tingkat petani melalui pendampingan yang berkesinambungan, pemanfaatan inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan petani. Sinergi antarinstansi dan koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target Swasembada Pangan di Provinsi Aceh.
Sementara itu, Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si. menyampaikan bahwa keberhasilan program Swasembada Pangan di Kabupaten Aceh Timur memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, penyamaan persepsi antarpenyuluh dan instansi terkait menjadi langkah penting agar pelaksanaan program di lapangan berjalan selaras, terarah, dan mampu memberikan hasil yang optimal bagi peningkatan produksi pertanian.
Melalui forum konsolidasi ini, para peserta juga melakukan diskusi dan koordinasi mengenai strategi pendampingan petani, optimalisasi pelaksanaan program, serta penguatan kerja sama lintas sektor. Berbagai masukan dan pengalaman dari para penyuluh menjadi bahan evaluasi sekaligus penyusunan langkah-langkah tindak lanjut dalam mendukung pencapaian target Swasembada Pangan di Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan konsolidasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP, dan para penyuluh pertanian dalam mengawal program-program strategis sektor pertanian. Dengan koordinasi yang semakin baik, penyamaan persepsi, serta komitmen bersama, para penyuluh diharapkan mampu mengoptimalkan perannya dalam mendampingi petani sehingga target Swasembada Pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.