Momentum Hari Kebangkitan Nasional, PJ Swasembada Pangan Aceh Tamiang Pacu OPLAH dan Tinjau Sawah
Aceh Tamiang – Penandatanganan kontrak Optimalisasi Lahan (OPLAH) menjadi kado nyata dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (20/05/26)
Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, S.Pt, M.Si, yang juga mengemban amanah sebagai Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Aceh Tamiang, menghadiri langsung kegiatan penandatanganan kontrak OPLAH tersebut. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam gelombang optimisme Hari Kebangkitan Nasional, kontrak kerja sama ini resmi dijalin dengan 42 kelompok tani setempat, dengan total cakupan luas lahan mencapai 593 hektare (Ha). Tidak sekadar seremonial, agenda ini langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama para petani untuk mematangkan strategi dan target pertanaman yang akan segera dieksekusi di lapangan.
Muhammad Syawal menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan kelompok tani adalah kunci utama demi mencapai target swasembada pangan. Momentum kebangkitan ini harus menjadi titik tolak bagi para petani di Aceh Tamiang untuk bangkit dan lebih produktif.
Usai merampungkan diskusi di aula dinas, PJ Swasembada Pangan bersama tim langsung bergerak cepat turun ke lapangan. Rombongan melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan proyek rehabilitasi lahan sawah di Kecamatan Karang Baru.
Kawasan tersebut sebelumnya sempat terpukul akibat bencana alam yang mengakibatkan sejumlah lahan pertanian warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai jadwal, sehingga para petani yang terdampak bisa segera kembali turun ke sawah.
Melalui integrasi program OPLAH dan percepatan rehabilitasi lahan pasca-bencana ini, Pemerintah melalui PJ Swasembada Pangan optimistis sektor pertanian di Aceh Tamiang akan segera pulih sepenuhnya dan mampu memberikan kontribusi besar bagi lumbung pangan nasional.