Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana, Kementan Fokus Rehabilitasi Lahan Sawah Aceh Tamiang
Aceh Tamiang - Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Provinsi Aceh terus memperkuat pendampingan dan monitoring pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.(25/08/26).
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Satgas PRR Provinsi Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd., bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., para kepala SKPD, perwakilan BPJN dan Kementerian PUPR, serta Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., Plt. Kepala BRMP Ruminansia Kecil selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh Tamiang, beserta tim.
Dalam pertemuan tersebut, Satgas PRR membahas sejumlah agenda strategis untuk mempercepat pemulihan Aceh Tamiang. Pembahasan mencakup percepatan serapan Transfer ke Daerah (TKD), pemulihan infrastruktur, serta rehabilitasi sektor pertanian yang terdampak bencana.
Percepatan serapan TKD menjadi salah satu perhatian utama. Optimalisasi penyerapan anggaran diperlukan agar dukungan pembiayaan untuk penanganan pascabencana dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Pada sektor pertanian, Kementerian Pertanian turut memberikan perhatian terhadap pemulihan lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat bencana. Rehabilitasi lahan menjadi langkah penting untuk mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
Usai melakukan pembahasan, Tim Satgas PRR bersama unsur Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak. Dari hasil peninjauan, sebagian lahan sawah telah kembali ditanami dengan usia pertanaman sekitar 1–2 bulan dan direncanakan memasuki masa panen pada Oktober 2026.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi terkini sekaligus memastikan langkah pemulihan berjalan sesuai dengan kebutuhan aktual. Tim juga mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi sehingga dapat segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Selain sektor pertanian, monitoring juga mencakup perkembangan pemulihan sejumlah infrastruktur strategis, antara lain jalan, jembatan, sungai, dan hunian tetap. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah.
Melalui monitoring secara langsung, Satgas PRR mendorong agar setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara terukur, tepat sasaran, dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Kolaborasi antara Satgas PRR, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian Pertanian, Kementerian PU, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta berbagai pihak terkait diharapkan mampu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang secara menyeluruh. Pemulihan tidak hanya diarahkan pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sektor pertanian, penguatan ketahanan pangan, dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak bencana.