BRMP Ruminansia Kecil Turut Sukseskan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak di Sumatera Utara
Deli Serdang - Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak dalam rangka pengendalian inflasi di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Binjai Km 10, Tromol Pos No. 16, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (21/10/ 2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga cabai merah yang menjadi salah satu komoditas strategis penyumbang inflasi.
Gerakan tanam cabai merah serentak ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP., M.Si., Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si., BRMP Ruminansia Kecil diwakili oleh Plt. Kasubbag TU, Riyadi Ismail, S.Pt., M.Si., serta sejumlah perwakilan instansi terkait, di antaranya, Balai Karantina, Balai Veteriner, dan Balai LIP.
Kehadiran BRMP Ruminansia Kecil dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap program strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan memperkuat sinergi lintas sektor. Meskipun memiliki tugas utama di bidang perakitan dan pengujian teknologi ruminansia kecil, BRMP Ruminansia Kecil terus berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan pertanian, termasuk upaya pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi komoditas pangan strategis.
Melalui gerakan tanam serentak ini, diharapkan produksi cabai merah di Sumatera Utara dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat pasokan di tingkat daerah, mengurangi risiko gejolak harga, serta menjaga daya beli masyarakat.
Partisipasi BRMP Ruminansia Kecil juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.